Persib Bandung menundukkan Persita Tangerang 4-1 (2-0) pada laga pertama Grup C Piala Indonesia 2010 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (17/4). Gonzales mencetak hattrick dengan menjaringkan tiga gol pada menit ke-10, 30, dan 63. Satu gol lainnya disumbangkan Irwan Wijasmara pada menit ke-77. Gol Persita dicetak Abdulrahman pada menit ke-47.
Pada pertandingan Grup C lainnya, upaya Pelatih Pelita Jaya Djadjang Nurdjaman memasukkan tiga pemain senior pada babak kedua membuahkan kemenangan 2-0 atas Persipasi Kota Bekasi. Gol Pelita Jaya dijaringkan Ardan Aras (79) dan Marwan Sayadeh (88). Persib kini memimpin Grup C dengan tiga angka, unggul selisih gol dari Pelita Jaya.
Kemenangan Persib harus dibayar mahal karena Kapten Persib Nova Arianto harus ditandu dan dibawa ke rumah sakit setelah bertabrakan dengan pemain Persita Agus Salim pada awal babak kedua. Nova mengalami disposisi bahu kiri sehingga bakal absen melawan Pelita Jaya, Senin (19/4).
Pelatih Persib Robby Darwis mengatakan, penampilan timnya cukup memuaskan. Meski demikian, Robby mencatat masih ada kekurangan di sayap kiri. Absennya Atep membuat permainan di sektor tersebut kurang menggigit. Hal itu akan diperbaiki ketika Persib melawan Pelita Jaya, Senin (19/4).
Robby juga memuji penampilan Irwan Wijasmara yang selama ini kerap disimpan di bangku cadangan. "Ya mudah-mudahan semangat anak-anak tetap terjaga," katanya.
Sementara itu, Manajer Persib Umuh Muchtar menuturkan, kemenangan Persib merupakan modal awal untuk melanjutkan perjuangan dalam Piala Indonesia kali ini. Menurut dia, pergantian pelatih ternyata tidak memengaruhi kinerja anak asuhnya.
"Anak-anak bisa menampilkan semangat bermain yang cukup tinggi meski saya bilang tim ini darurat sepeninggal Hilton dan Suchao. Mereka kompak, alhamdulillah, kalau seri wah saya kecewa," kata Umuh dalam jumpa pers seusai pertandingan. Umuh menegaskan, Persib akan semakin berkonsentrasi meraih juara di Piala Indonesia karena dalam Liga Super Indonesia sudah tidak ada harapan.
Sementara itu, Pelatih Persita Elly Idris mengungkapkan, kemenangan Persib merupakan hal yang wajar. Anak asuhannya masih kurang jam terbang dan sebagian besar pemain sayapnya adalah pemain muda. "Targetnya seri, tetapi kalah. Ya wajarlah Persib yang menang, apalagi stamina sedang tidak bagus," katanya.
Persib langsung menekan begitu pertandingan dimulai. Gol pembuka "Maung Bandung" tercipta pada menit kesepuluh melalui Cristian Gonzales yang memanfaatkan umpan dari Wildansyah di sektor kiri Persita. Dia lepas dari kawalan Duran dan Sakawari.
Setelah dua puluh menit berselang, "El Loco" menggandakan keunggulan Persib menjadi 2-0. Saat itu, Aji yang dijaga ketat dua pemain bertahan Persita mampu menggiring bola. Bola diumpan kepada Eka, yang meneruskan kepada Gonzales di sektor kiri gawang yang dijaga Bayu Cahyo Wibowo.
Pada babak kedua, pertahanan Persib mulai lengah. Tendangan bebas milik Antonio Andriano Telles dimanfaatkan Abdurrahman pada menit ke-47. Gol Persita membuat para pemain Persib tegang.
Tekanan tersebut membuat para pemain Persib panik. Nova Arianto yang menghadang pergerakan Agus Salim dengan keras, membuatnya ditandu ke luar lapangan lalu dievakuasi ke rumah sakit. Robby kemudian menurunkan Edi Hafid untuk menambal kekosongan lini belakang.
Gonzales membuat gol ketiga pada menit ke-63 setelah menerima umpan dari Eka Ramdani. Gonzales yang tak dikawal ketat lalu meneruskan bola dan bersarang di jaring yang dijaga Bayu.
Saat itu Persib semakin menekan Persita, dan masuknya Irwan Wijasmara pada menit ke-74 menggantikan Aji Nurpijal cukup menggebrak. Irwan nyaris merobek jala Bayu, tetapi bola membentur ke tiang kanan gawang.
Irwan akhirnya mencetak gol pada menit ke-77 setelah menerima sodoran bola dari Satoshi Otomo di sektor kanan. Bola dilesakkan Irwan yang berdiri bebas di muka gawang.
Jadwal Grup C Senin (19/4): Pelita Jaya-Persib (pukul 15.30 WIB disiarkan langsung oleh RCTI), Persita-Persipasi. (A-183/A-153)***
Read More...
LULUS UJIAN
”KEMENANGAN ini bukan untuk saya, tetapi buat semuanya. "kata itu terlontar dari seorang pelatih baru Persib Robby Darwis di ruang ganti pemain, seusai bertempur di pertarungan perdana Piala Indonesia 2010, kontra Persita dengan kemenangan 4-1 di Stadion Singaperbangsa, Kab. Karawang, Sabtu (17/4). Kemenangan tersebut menjadi pertanda baik debut pertama mantan asisten pelatih "Maung" Bandung itu.
Robby yang dulu hanya bisa duduk di bangku cadangan pemain di lapangan, saat itu beranjak dan berdiri di pinggir lapangan. Berkaus biru dan bercelana jeans panjang, dia menginstruksikan kepada Eka Ramdani dkk., untuk mengembangkan permainan. Entah suatu kebetulan, berkutiknya Robby menjadi pemicu gol perdana untuk Persib waktu itu yang dieksekusi oleh Gonzales di menit ke-10.
Robby lolos dari ujian pertama setelah beban sebagai kepala pelatih bertumpu di bahunya. Maman Abdurahman dkk. mampu menerjemahkan siasat yang ingin dijalankan mantan pemain Timnas 1987-1997 itu.
Hasilnya, dinilai cukup memuaskan. "Saya bangga, anak-anak bermain normal, lepas tanpa beban, dan tidak ada tekanan apa pun. Pokoknya luar biasa sesuai dengan target," kata mantan punggawa Persib yang mengantarkan juara Liga Indonesia 1994/1995 itu.
Pelatih yang merangkap sebagai pegawai bank pemerintah itu tidak memungkiri, bayangan Jaya Hartono masih memengaruhi performa skuad yang dikawalnya saat ini. Menghapus jejak sang mantan pelatih yang resmi hengkang, Jumat (16/4) itu, tidaklah mudah. Setidaknya, masih ada sentuhan khas Jaya yang dia terapkan pada pertandingan awal Piala Indonesia itu.
"Ya memang saya meneruskan program-program pelatih sebelumnya. Akan tetapi, tidak sepenuhnya anak-anak juga perlu waktu. Saya juga tidak memaksakan, semua strategi tim saya bicarakan dengan melakukan pendekatan pribadi pemain masing-masing," ujar pemain didikan pelatih Polandia, Marek Janota itu.
Robby hanya ingin semangat semua anak asuhnya tetap dipertahankan, untuk mempersembahkan penampilan yang terbaik bagi Persib. Tetap fokus bertanding dalam dua kali 45 menit. "Pokoknya berikan yang terbaik bagi Persib, itu saja," ujar mantan kapten timnas itu.
Namun, Robby tidak cukup puas dengan satu laga saja. Di depan mata masih ada tiga pertandingan penentuan di Piala Indonesia ini. Ia menyadari perlu ada pe-ningkatan dan tambahan bumbu-bumbu dalam racikannya nanti. Maju terus Kang Robby, jadikan Persib juara di Piala Indonesia 2010 ini. (Novianti Nurulliah/"PR")*** Read More...
Robby yang dulu hanya bisa duduk di bangku cadangan pemain di lapangan, saat itu beranjak dan berdiri di pinggir lapangan. Berkaus biru dan bercelana jeans panjang, dia menginstruksikan kepada Eka Ramdani dkk., untuk mengembangkan permainan. Entah suatu kebetulan, berkutiknya Robby menjadi pemicu gol perdana untuk Persib waktu itu yang dieksekusi oleh Gonzales di menit ke-10.
Robby lolos dari ujian pertama setelah beban sebagai kepala pelatih bertumpu di bahunya. Maman Abdurahman dkk. mampu menerjemahkan siasat yang ingin dijalankan mantan pemain Timnas 1987-1997 itu.
Hasilnya, dinilai cukup memuaskan. "Saya bangga, anak-anak bermain normal, lepas tanpa beban, dan tidak ada tekanan apa pun. Pokoknya luar biasa sesuai dengan target," kata mantan punggawa Persib yang mengantarkan juara Liga Indonesia 1994/1995 itu.
Pelatih yang merangkap sebagai pegawai bank pemerintah itu tidak memungkiri, bayangan Jaya Hartono masih memengaruhi performa skuad yang dikawalnya saat ini. Menghapus jejak sang mantan pelatih yang resmi hengkang, Jumat (16/4) itu, tidaklah mudah. Setidaknya, masih ada sentuhan khas Jaya yang dia terapkan pada pertandingan awal Piala Indonesia itu.
"Ya memang saya meneruskan program-program pelatih sebelumnya. Akan tetapi, tidak sepenuhnya anak-anak juga perlu waktu. Saya juga tidak memaksakan, semua strategi tim saya bicarakan dengan melakukan pendekatan pribadi pemain masing-masing," ujar pemain didikan pelatih Polandia, Marek Janota itu.
Robby hanya ingin semangat semua anak asuhnya tetap dipertahankan, untuk mempersembahkan penampilan yang terbaik bagi Persib. Tetap fokus bertanding dalam dua kali 45 menit. "Pokoknya berikan yang terbaik bagi Persib, itu saja," ujar mantan kapten timnas itu.
Namun, Robby tidak cukup puas dengan satu laga saja. Di depan mata masih ada tiga pertandingan penentuan di Piala Indonesia ini. Ia menyadari perlu ada pe-ningkatan dan tambahan bumbu-bumbu dalam racikannya nanti. Maju terus Kang Robby, jadikan Persib juara di Piala Indonesia 2010 ini. (Novianti Nurulliah/"PR")*** Read More...
MAUNG BANDUNG TERLALU TANGGUH UNTUK PENDEKAR CISADANE
PERSIB BANDUNG vs PERSITA TANGERANG
Piala Indonesia 2010
Sabtu, 17 April 2010, 15.30 WIB
Stadion Singaperbangsa Karawang
Live on RRI Bandung
Wasit: Iwan Sukoco (Malang)
Gol: Gonzales 10, 31, 63, Irwan 77 Abdul Rahman 47
Kemenangan pertama ditangan pelatih Robby Darwis menuai sukses diajang perdana PIALA INDONESIA dimana PERSIB BANDUNG sukses membantai lawannya PERISTA TANGERANG dengan skor telk 4-1
semoga PERSIB BANDUNG juara,,
___HOOLIANS CIMAREME___ Read More...
Piala Indonesia 2010
Sabtu, 17 April 2010, 15.30 WIB
Stadion Singaperbangsa Karawang
Live on RRI Bandung
Wasit: Iwan Sukoco (Malang)
Gol: Gonzales 10, 31, 63, Irwan 77 Abdul Rahman 47
Kemenangan pertama ditangan pelatih Robby Darwis menuai sukses diajang perdana PIALA INDONESIA dimana PERSIB BANDUNG sukses membantai lawannya PERISTA TANGERANG dengan skor telk 4-1
semoga PERSIB BANDUNG juara,,
___HOOLIANS CIMAREME___ Read More...
Pak Umuh: Anak-anak Bermain Tenang
Karena tertahan bobotoh, Pak haji telat menghadiri konferensi pers pertanndingan Persib vs persita. Manajer Persib terebut mengucapkan syukur setelah Persib mengalahkan persita dalam pertandingan Piala Indonesia 2010 di Stadion Singaperbangsa Karawang.
Pak haji mengatakan bahwa pemain Persib menikmati permainan dan tenang, walau Persib bermain dalam keadaan darurat dan tidak diperkuat beberapa pemain karena cedera.Apalagi tim Maung Bandung baru kehilangan pelatih Jaya Hartono.
“Anak-anak enjoy dan tenang, walau dalam keadaan darurat dengan beberapa pemain cedera,” ujar Pak haji.
Mengenai Nova, beliau mengatakan Nova kemungkinan akan absen di pertandingan selanjutnya. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena masih ada Edi Hafid yang bisa menggantikan Nova. Keadaan Nova sendiri dikabarkan baik-baik saja.
“Nova juga mungkin akan absen. Walau tidak ada Nova, nanti Edi bisa dipercaya. Dokter baru telepon dan katanya tidak ada masalah, paling 1 kali absen,” ujar beliau.
Pak haji mengatakan bahwa Karawang bisa saja menjadi alternatif kandang bagi tim Maung Bandung jika Persib tidak dapat bermain di Bandung. Beliau bahkan sudah berbicara dengan Bupati Karawang, Dadang S Muchtar tentang rencana ini.
“Karawang bisa jadi alternatif kandang Jika di Bandung tidak bisa. Saya sudah berbicara dengan Bupati Karawang dan beliau juga mendukung Persib main dsini. beliau malah menyarankan di Karawang,” ungkap Pak haji.
http://simamaung.com Read More...
Pak haji mengatakan bahwa pemain Persib menikmati permainan dan tenang, walau Persib bermain dalam keadaan darurat dan tidak diperkuat beberapa pemain karena cedera.Apalagi tim Maung Bandung baru kehilangan pelatih Jaya Hartono.
“Anak-anak enjoy dan tenang, walau dalam keadaan darurat dengan beberapa pemain cedera,” ujar Pak haji.
Mengenai Nova, beliau mengatakan Nova kemungkinan akan absen di pertandingan selanjutnya. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena masih ada Edi Hafid yang bisa menggantikan Nova. Keadaan Nova sendiri dikabarkan baik-baik saja.
“Nova juga mungkin akan absen. Walau tidak ada Nova, nanti Edi bisa dipercaya. Dokter baru telepon dan katanya tidak ada masalah, paling 1 kali absen,” ujar beliau.
Pak haji mengatakan bahwa Karawang bisa saja menjadi alternatif kandang bagi tim Maung Bandung jika Persib tidak dapat bermain di Bandung. Beliau bahkan sudah berbicara dengan Bupati Karawang, Dadang S Muchtar tentang rencana ini.
“Karawang bisa jadi alternatif kandang Jika di Bandung tidak bisa. Saya sudah berbicara dengan Bupati Karawang dan beliau juga mendukung Persib main dsini. beliau malah menyarankan di Karawang,” ungkap Pak haji.
http://simamaung.com Read More...
Ujian Pertama di Tangan Robby Darwis
Jumat, 16 April 2010
KARAWANG, (PR).-
Laga perdana Persib pada Piala Indonesia 2010 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (17/4) ini merupakan ajang pembuktian arsitek baru Persib Bandung Robby Darwis sepeninggal Pelatih Kepala Jaya Hartono. Bersama rekannya Yusuf Bachtiar, mereka harus mengantarkan pemain Persib mengawali pertarungan melawan "Pendekar Cisadane" Persita Tangerang dengan menuai poin sempurna.
Robby mengaku belum mengantongi peta kekuatan tim rivalnya, meski pada kompetisi musim lalu Persita sempat diterkam Persib di Djarum Liga Super Indonesia (DLSI). Tim asuhan Elly Idris sebelumnya merupakan bekas tim yang selevel dengan Persib, tetapi terdegradasi dan terpental ke divisi utama.
Robby mengaku tidak menilai suatu tim dari patokan antardivisi. Ia yakin lawannya nanti mempunyai motivasi yang sama-sama ingin mengejar juara Piala Indonesia tahun ini. "Ya, kami harus fokus kepada pertandingan yang ada di depan mata. Kejadian kemarin dengan mundurnya pelatih kepala jangan dijadikan kendala bagi anak-anak. Saya lihat mereka tidak begitu menganggap mundurnya Pak Jaya menjadi masalah. Mereka merupakan pemain profesional," ujar Robby seusai uji coba lapangan, Jumat (16/4) petang kepada wartawan Pikiran Rakyat Novianti Nurulliah di Karawang.
Robby menanamkan sikap mental kepada anak asuhnya untuk senantiasa fokus pada tiga laga Grup C ini melawan Persita, Pelita Jaya, dan Persipasi Kota Bekasi.
Menurut Robby, sepeninggal Jaya, ada materi-materi yang perlu diteruskan. Dan tidak menutup kemungkinan, dia pun akan menerapkan perubahan formasi tim. Hal itu kondisional bergantung pada kebutuhan tim. "Seperti apa yang saya katakan kemarin, program dari pelatih sebelumnya pasti masih mempengaruhi pola permainan nanti. Semua perubahan telah saya bicarakan bersama-sama dengan pemain. Persib otomatis harus menampilkan yang terbaik. Jangan sampai kalah," katanya.
Saat ini, timnya harus diuji dengan belum pulihnya Atep dan Gilang Angga yang harus diwisuda Sabtu ini. Atep memisahkan diri dari latihan dan hanya berlari-lari kecil, sedangkan Gilang Angga tak muncul di lapangan karena masih di Bandung dalam persiapan wisuda
Di lapangan, Robby menggantikan tugas sayap kanan kepada Wildansyah dan sayap kiri kepada Aji Nurpijal. Sementara itu, tugas penyerang dimandatkan kepada Gonzales yang diapit asupan umpan dari Satoshi yang berada di kiri dan Eka di sisi kanannya.
Sementara itu, Atep menyatakan ketidaksiapannya untuk memperkuat pasukan "Maung" Bandung. Luka di betis sehabis terpeleset dari motor, Selasa (13/4) lalu masih terasa sakit dan belum kering juga. Menurut dia, kemungkinan besar dirinya absen dari laga tersebut. Betis kirinya masih sakit dan dalam perawatan.
Di kubu lawan, Pelatih Persita Elly Idris yang ditemui di Hotel Grand Cikarang mengatakan, Persib merupakan tim yang memiliki kekuatan penuh mulai dari kiper hingga penyerangnya. Persita sendiri harus hati-hati dan tetap waspada karena Persib kualitasnya jauh di atas Persita.
"Tetapi yang namanya sepak bola apa pun bisa terjadi. Saya optimistis, tetapi sadar diri juga karena Persib tim besar. Saya harap anak-anak mampu mengimbangi Persib dan bisa membawa Persita melaju ke babak selanjutnya," tuturnya.
Ia mengungkapkan, dalam laga tersebut dirinya akan menurunkan Agus Salim sebagai pengganti Martias Recio sebagai pelengkap duet dengan Antonio Teles. "Untuk memperkuat lini depan, saya persiapkan Agus Salim untuk menggantikan pemain asing. Bila diperlukan akan mencoba formasi 4-4-1-1 dengan kekuatan tiga palang pintu mengantisipasi serangan lawan dan menjaga gawang agar tidak jebol," katanya. (A-183)*** Read More...
Laga perdana Persib pada Piala Indonesia 2010 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (17/4) ini merupakan ajang pembuktian arsitek baru Persib Bandung Robby Darwis sepeninggal Pelatih Kepala Jaya Hartono. Bersama rekannya Yusuf Bachtiar, mereka harus mengantarkan pemain Persib mengawali pertarungan melawan "Pendekar Cisadane" Persita Tangerang dengan menuai poin sempurna.
Robby mengaku belum mengantongi peta kekuatan tim rivalnya, meski pada kompetisi musim lalu Persita sempat diterkam Persib di Djarum Liga Super Indonesia (DLSI). Tim asuhan Elly Idris sebelumnya merupakan bekas tim yang selevel dengan Persib, tetapi terdegradasi dan terpental ke divisi utama.
Robby mengaku tidak menilai suatu tim dari patokan antardivisi. Ia yakin lawannya nanti mempunyai motivasi yang sama-sama ingin mengejar juara Piala Indonesia tahun ini. "Ya, kami harus fokus kepada pertandingan yang ada di depan mata. Kejadian kemarin dengan mundurnya pelatih kepala jangan dijadikan kendala bagi anak-anak. Saya lihat mereka tidak begitu menganggap mundurnya Pak Jaya menjadi masalah. Mereka merupakan pemain profesional," ujar Robby seusai uji coba lapangan, Jumat (16/4) petang kepada wartawan Pikiran Rakyat Novianti Nurulliah di Karawang.
Robby menanamkan sikap mental kepada anak asuhnya untuk senantiasa fokus pada tiga laga Grup C ini melawan Persita, Pelita Jaya, dan Persipasi Kota Bekasi.
Menurut Robby, sepeninggal Jaya, ada materi-materi yang perlu diteruskan. Dan tidak menutup kemungkinan, dia pun akan menerapkan perubahan formasi tim. Hal itu kondisional bergantung pada kebutuhan tim. "Seperti apa yang saya katakan kemarin, program dari pelatih sebelumnya pasti masih mempengaruhi pola permainan nanti. Semua perubahan telah saya bicarakan bersama-sama dengan pemain. Persib otomatis harus menampilkan yang terbaik. Jangan sampai kalah," katanya.
Saat ini, timnya harus diuji dengan belum pulihnya Atep dan Gilang Angga yang harus diwisuda Sabtu ini. Atep memisahkan diri dari latihan dan hanya berlari-lari kecil, sedangkan Gilang Angga tak muncul di lapangan karena masih di Bandung dalam persiapan wisuda
Di lapangan, Robby menggantikan tugas sayap kanan kepada Wildansyah dan sayap kiri kepada Aji Nurpijal. Sementara itu, tugas penyerang dimandatkan kepada Gonzales yang diapit asupan umpan dari Satoshi yang berada di kiri dan Eka di sisi kanannya.
Sementara itu, Atep menyatakan ketidaksiapannya untuk memperkuat pasukan "Maung" Bandung. Luka di betis sehabis terpeleset dari motor, Selasa (13/4) lalu masih terasa sakit dan belum kering juga. Menurut dia, kemungkinan besar dirinya absen dari laga tersebut. Betis kirinya masih sakit dan dalam perawatan.
Di kubu lawan, Pelatih Persita Elly Idris yang ditemui di Hotel Grand Cikarang mengatakan, Persib merupakan tim yang memiliki kekuatan penuh mulai dari kiper hingga penyerangnya. Persita sendiri harus hati-hati dan tetap waspada karena Persib kualitasnya jauh di atas Persita.
"Tetapi yang namanya sepak bola apa pun bisa terjadi. Saya optimistis, tetapi sadar diri juga karena Persib tim besar. Saya harap anak-anak mampu mengimbangi Persib dan bisa membawa Persita melaju ke babak selanjutnya," tuturnya.
Ia mengungkapkan, dalam laga tersebut dirinya akan menurunkan Agus Salim sebagai pengganti Martias Recio sebagai pelengkap duet dengan Antonio Teles. "Untuk memperkuat lini depan, saya persiapkan Agus Salim untuk menggantikan pemain asing. Bila diperlukan akan mencoba formasi 4-4-1-1 dengan kekuatan tiga palang pintu mengantisipasi serangan lawan dan menjaga gawang agar tidak jebol," katanya. (A-183)*** Read More...
Jaya Hartono, ”Saya Sudah tidak Nyaman”
BANDUNG, (PR).-
Jaya Hartono secara resmi mengajukan pengunduran diri dari kursi pelatih Persib. Kepastian pengunduran diri tersebut disampaikan secara tertulis kepada manajemen Persib. Jaya merasa tidak nyaman, lelah, dan tidak tahan dengan terus menerus menerima cacian.
"Saya sudah serahkan surat pengunduran diri saya secara tertulis langsung kepada Pak Umuh dan diterima. Alasan utamanya, saya sudah tidak nyaman melatih di Persib," kata Jaya Hartono pada jumpa pers di Stadion Persib Jalan A. Yani, Jumat (16/4)
Jaya mengakui, keputusannya itu sangatlah berat karena terjadi di tim sebesar Persib. Dia menyerahkan semuanya kepada manajemen karena secara hukum masih terikat kontrak dengan Persib.
Jaya mengungkapkan alasan utama mengapa ia mundur. Alasan utama pengunduran diri adalah sudah tidak ada lagi memiliki kenyamanan melatih. Menurut dia, semua yang dilakukannya menjadi sia-sia ketika ketidaknyamanan tersebut muncul.
Kata dia, ketidaknyamanan juga karena ada beberapa poster dan spanduk-spanduk yang isinya ditujukan kepada dirinya dengan maksud yang tak jelas. Menurut Jaya, itu bukanlah yang pertama. Tahun kemarin pun sempat terjadi. Sebelumnya, dalam sesi latihan sore, di Stadion Persib, terpasang sebuah spanduk bertuliskan "Robby + Yusuf for Persib" dan di bawah tulisan tersebut tertera vikingnet.
"Saya tidak nyaman dengan adanya spanduk-spanduk itu, dan itu juga bukan sekali. Saya tidak tahu maksudnya apa. Tetapi, saya juga manusia punya kekurangan, kelebihan, dan kalau terus-menerus dihina saya juga punya batas kesabaran," katanya.
Alasan sindiran langsung bobotoh serta pemberitaan di media massa dalam kolom Surat Pembaca dan kolom Bobotoh juga dirasa mengganggu dirinya. Jaya mengaku karena cinta kepada Persib, sebenarnya sudah tidak lagi menghiraukan cacian dan makian yang mengarah kepadanya. "Tetapi semua ada batas kewajarannya," ujar Jaya menjelaskan.
Atas pengunduran dirinya tersebut, Jaya memohon maaf kepada semua bobotoh di Bandung, Jawa Barat, dan di mana pun karena belum bisa memberikan yang terbaik bagi Persib. Sementara itu, sejumlah bobotoh yang datang menemui Jaya secara langsung mengungkapkan bahwa sebenarnya masih berharap Jaya Hartono tetap melatih Persib dan tidak memilih mundur.
"Pak Jaya sudah cukup bagus melatih Persib meski belum membawa Persib Juara. Kami sebenarnya berharap Jaya tidak mengundurkan diri. Tetapi, kalau memang keputusan terbaiknya seperti itu, kami juga tidak bisa apa-apa," kata Herru Djoko yang mewakili rombongan. (A-190)*** Read More...
Jaya Hartono secara resmi mengajukan pengunduran diri dari kursi pelatih Persib. Kepastian pengunduran diri tersebut disampaikan secara tertulis kepada manajemen Persib. Jaya merasa tidak nyaman, lelah, dan tidak tahan dengan terus menerus menerima cacian.
"Saya sudah serahkan surat pengunduran diri saya secara tertulis langsung kepada Pak Umuh dan diterima. Alasan utamanya, saya sudah tidak nyaman melatih di Persib," kata Jaya Hartono pada jumpa pers di Stadion Persib Jalan A. Yani, Jumat (16/4)
Jaya mengakui, keputusannya itu sangatlah berat karena terjadi di tim sebesar Persib. Dia menyerahkan semuanya kepada manajemen karena secara hukum masih terikat kontrak dengan Persib.
Jaya mengungkapkan alasan utama mengapa ia mundur. Alasan utama pengunduran diri adalah sudah tidak ada lagi memiliki kenyamanan melatih. Menurut dia, semua yang dilakukannya menjadi sia-sia ketika ketidaknyamanan tersebut muncul.
Kata dia, ketidaknyamanan juga karena ada beberapa poster dan spanduk-spanduk yang isinya ditujukan kepada dirinya dengan maksud yang tak jelas. Menurut Jaya, itu bukanlah yang pertama. Tahun kemarin pun sempat terjadi. Sebelumnya, dalam sesi latihan sore, di Stadion Persib, terpasang sebuah spanduk bertuliskan "Robby + Yusuf for Persib" dan di bawah tulisan tersebut tertera vikingnet.
"Saya tidak nyaman dengan adanya spanduk-spanduk itu, dan itu juga bukan sekali. Saya tidak tahu maksudnya apa. Tetapi, saya juga manusia punya kekurangan, kelebihan, dan kalau terus-menerus dihina saya juga punya batas kesabaran," katanya.
Alasan sindiran langsung bobotoh serta pemberitaan di media massa dalam kolom Surat Pembaca dan kolom Bobotoh juga dirasa mengganggu dirinya. Jaya mengaku karena cinta kepada Persib, sebenarnya sudah tidak lagi menghiraukan cacian dan makian yang mengarah kepadanya. "Tetapi semua ada batas kewajarannya," ujar Jaya menjelaskan.
Atas pengunduran dirinya tersebut, Jaya memohon maaf kepada semua bobotoh di Bandung, Jawa Barat, dan di mana pun karena belum bisa memberikan yang terbaik bagi Persib. Sementara itu, sejumlah bobotoh yang datang menemui Jaya secara langsung mengungkapkan bahwa sebenarnya masih berharap Jaya Hartono tetap melatih Persib dan tidak memilih mundur.
"Pak Jaya sudah cukup bagus melatih Persib meski belum membawa Persib Juara. Kami sebenarnya berharap Jaya tidak mengundurkan diri. Tetapi, kalau memang keputusan terbaiknya seperti itu, kami juga tidak bisa apa-apa," kata Herru Djoko yang mewakili rombongan. (A-190)*** Read More...
WASPADA MOTIVASI CLUB DEVISI UTAMA
Senin, 12 April 2010
Tanggal 17 April ini, Persib akan memulai laga pada Piala Indonesia pada penyisihan Grup C di Karawang dengan menghadapi Klub divisi utama yaitu Persita Tangerang. Setelah itu, dengan selang waktu satu hari recovery, Persib kembali akan menghadapi perlawanan dari Pelita Jaya Karawang, lalu terakhir melawan Persipasi Bekasi. Pertandingan marathon ini dilanjutkan dengan jadwal pada laga Liga Super Indonesia melawan tuan rumah Pelita Jaya Karawang pada tanggal 24, masih di Karawang.
Terkait jadwal super padat ini, pelatih kepala Jaya Hartono menanggapinya dengan dingin. “Format Piala Indonesia tahun ini memang berbeda, ada sisi positif dan negatifnya. Karena di awal ini memakai format grup, tidak home and away, maka biaya yang diperlukanpun tidak terlalu banyak, selain itu, waktu kejuaraanpun menjadi lebih cepat. Namun ruginya, setiap klub akan mempunyai masalah dengan waktu istirahat pemain yang saya kira terlalu sempit,” katanya di stadion Sidolig pagi ini.
Untuk menyiasatinya, mau tidak mau, Persib harus mampu memaksimalkan para pemain mudanya. Apalagi penampilan dari Wildansyah dan Munadi terus meningkat seiring dengan menit yang didapatkannya. Jaya pun berjanji akan memberikan kesempatan main lebih banyak kepada mereka yang jarang main.
Karena dalam waktu selang satu hari, tidak akan mungkin melakukan latihan penuh. Satu hari tersebut paling mungkin hanya dimanfaatkan untuk membuang asam laktat melalui latihan sangat ringan. Sehingga para pemain dapat fokus pada istirahatnya.
Tentang persaingan di Grup C yang dinilai terlalu mudah bagi Persib, pelatih yang pernah membawa Persik menjuarai Ligina ini tidak sependapat. Menurutnya, tim-tim dari divisi utama mempunyai motivasi berlebih jika bertanding melawan Persib Bandung.
“Lihat saja bagaimana ketika kita beruji coba di Bogor awal musim lalu. Dengan motivasi berlipat, Persikabo berhasil menampilkan permainan yang ciamik. Namun ketika melawan tim yang selevel dengan mereka, ternyata mereka juga kesulitan. Itu artinya, tim-tim yang seperti itu berpotensi menyulitkan lawan yang secara matematis berada di atas mereka, termasuk Persib nantinya,” katanya sesaat setelah latihan. Read More...
Terkait jadwal super padat ini, pelatih kepala Jaya Hartono menanggapinya dengan dingin. “Format Piala Indonesia tahun ini memang berbeda, ada sisi positif dan negatifnya. Karena di awal ini memakai format grup, tidak home and away, maka biaya yang diperlukanpun tidak terlalu banyak, selain itu, waktu kejuaraanpun menjadi lebih cepat. Namun ruginya, setiap klub akan mempunyai masalah dengan waktu istirahat pemain yang saya kira terlalu sempit,” katanya di stadion Sidolig pagi ini.
Untuk menyiasatinya, mau tidak mau, Persib harus mampu memaksimalkan para pemain mudanya. Apalagi penampilan dari Wildansyah dan Munadi terus meningkat seiring dengan menit yang didapatkannya. Jaya pun berjanji akan memberikan kesempatan main lebih banyak kepada mereka yang jarang main.
Karena dalam waktu selang satu hari, tidak akan mungkin melakukan latihan penuh. Satu hari tersebut paling mungkin hanya dimanfaatkan untuk membuang asam laktat melalui latihan sangat ringan. Sehingga para pemain dapat fokus pada istirahatnya.
Tentang persaingan di Grup C yang dinilai terlalu mudah bagi Persib, pelatih yang pernah membawa Persik menjuarai Ligina ini tidak sependapat. Menurutnya, tim-tim dari divisi utama mempunyai motivasi berlebih jika bertanding melawan Persib Bandung.
“Lihat saja bagaimana ketika kita beruji coba di Bogor awal musim lalu. Dengan motivasi berlipat, Persikabo berhasil menampilkan permainan yang ciamik. Namun ketika melawan tim yang selevel dengan mereka, ternyata mereka juga kesulitan. Itu artinya, tim-tim yang seperti itu berpotensi menyulitkan lawan yang secara matematis berada di atas mereka, termasuk Persib nantinya,” katanya sesaat setelah latihan. Read More...
Langganan:
Postingan (Atom)
